Search area

Memuat...

Senin, 01 November 2010

RAID (Bagian Kesatu)

RAID (Redundant Array Inexpensive Disk) adalah sebuah mekanisme penggabungan beberapa disk secara fisik, sedangkan secara logikal tetap dianggap sebagai satu direktori. detailnya, silahkan baca di sini :

http://en.wikipedia.org/wiki/RAID

Misalkan kita menghendaki sebuah direktori memiliki ukuran 2Tb. sedangkan kita tidak memiliki disk dengan ukuran tersebut dan hanya memiliki 2 buah HD dengan ukuran masing – masing 1Tb. solusinya adalah dengan menggabungkan disk tersebut. sehingga kita mendapatkan direktori dengan ukuran 2Tb.

Raid memiliki beberapa level untuk konfigurasinya. beberapa diantaranya yang paling banyak digunakan adalah sbb:

- Level 0

level 0 adalah menggabungkan minimal 2 buah disk. total ukuran disk untuk level 0 adalah akumulasi dari jumlah ukuran disk. tetapi kelemahannya adalah tidak ada fault tolerance. Jadi, kalau salah satu disk rusak, maka data akan rusak

- Level 1

Level 1 bisa juga disebut dengan mirroring. Dibutuhkan minimal 2 buah disk. dimana, dua buah disk tersebut akan identik satu dengan yang lain. Sehingga jika salah satu disk rusak, maka yang lain bisa menggantikan.

- Level 5

Level 5 membutuhkan minimal 3 disk. ukuran total yang kita dapatkan adalah n-1. Misalkan ada buah 3 disk dengan ukuran masing2 100G, digabungkan dengan raid level 5, maka total ukurannya adalah 200G. sedangkan 100G digunakan untuk spare. Keuntungan dari raid level 5 adalah adanya fault tolerance. Raid level 5 memberikan toleransi kerusakan 1 disk. jika salah satu disk rusak, maka data tetap aman. tidak akan hilang.

Raid dapat dikonfigurasi pada level hardware ataupun pada level sistem operasi. bagi yang menggunakan komputer branded class server atau dedicated server, Raid sudah tersedia. sedangkan bagi yang hardwarenya belum support raid, dapat melakukan konfigurasi raid pada leve OS dalam hal ini, adalah linux.

Membuat Partisi

[root@linux-c ~]# fdisk /dev/sda

The number of cylinders for this disk is set to 4865.
There is nothing wrong with that, but this is larger than 1024,
and could in certain setups cause problems with:
1) software that runs at boot time (e.g., old versions of LILO)
2) booting and partitioning software from other OSs
(e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)

Command (m for help): n
First cylinder (3055-4865, default 3055):
Using default value 3055
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (3055-4865, default 4865): +200M

Ubah ID partisi menjadi Linux Raid


Command (m for help): t
Partition number (1-6): 6
Hex code (type L to list codes): fd
Changed system type of partition 6 to fd (Linux raid autodetect)

Lakukan hal yang sama sehingga kita memiliki 3 buah partisi dengan ukuran masing – masing 200M dengan ID Linux Raid. Berikut ini adalah skema akhir partisi

Disk /dev/sda: 40.0 GB, 40020664320 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4865 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0xd6aad6aa

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 2550 20482843+ 83 Linux
/dev/sda2 2551 2805 2048287+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda3 2806 2867 498015 83 Linux
/dev/sda4 2868 4865 16048935 5 Extended
/dev/sda5 2868 2892 200781 83 Linux
/dev/sda6 2893 2917 200781 fd Linux raid autodetect
/dev/sda7 2918 2942 200781 fd Linux raid autodetect
/dev/sda8 2943 2967 200781 fd Linux raid autodetect

Membuat Raid Level 5


[root@linux-c ~]# mdadm --create --level=5 /dev/md0 --raid-devices=3 /dev/sda6 /dev/sda7 /dev/sda8

setelah membuat raid, cek apakah raid sudah oke atau belum


[root@linux-c ~]# mdadm --detail /dev/md0

/dev/md0:
Version : 00.90.03
Creation Time : Thu Jul 16 09:12:54 2009
Raid Level : raid5
Array Size : 401408 (392.07 MiB 411.04 MB)
Used Dev Size : 200704 (196.03 MiB 205.52 MB)
Raid Devices : 3
Total Devices : 3
Preferred Minor : 0
Persistence : Superblock is persistent

Update Time : Thu Jul 16 09:13:18 2009
State : clean
Active Devices : 3
Working Devices : 3
Failed Devices : 0
Spare Devices : 0

Layout : left-symmetric
Chunk Size : 64K

UUID : 6fa881cb:eb293a09:2e07491f:08ad2ea9
Events : 0.4

Number Major Minor RaidDevice State
0 8 6 0 active sync /dev/sda6
1 8 7 1 active sync /dev/sda7
2 8 8 2 active sync /dev/sda8

Melakukan format file system


[root@linux-c ~]# mkfs -t ext3 /dev/md0
mke2fs 1.40.8 (13-Mar-2008)
Filesystem label=
OS type: Linux
Block size=1024 (log=0)
Fragment size=1024 (log=0)
100352 inodes, 401408 blocks
20070 blocks (5.00%) reserved for the super user
First data block=1
Maximum filesystem blocks=67633152
49 block groups
8192 blocks per group, 8192 fragments per group
2048 inodes per group
Superblock backups stored on blocks:
8193, 24577, 40961, 57345, 73729, 204801, 221185

Writing inode tables: done
Creating journal (8192 blocks): done
Writing superblocks and filesystem accounting information: done

This filesystem will be automatically checked every 23 mounts or
180 days, whichever comes first. Use tune2fs -c or -i to override.

Buat direktori, dan mount raid device ke direktori tersebut


[root@linux-c ~]# mkdir /mnt/testraid
[root@linux-c ~]# mount /dev/md0 /mnt/testraid/

Cek ukuran direktori /mnt/testraid


[root@linux-c ~]# df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 20G 4.9G 14G 27% /
tmpfs 501M 1.1M 500M 1% /dev/shm
/dev/sda3 471M 11M 437M 3% /mnt/data
/dev/sr0 3.9G 3.9G 0 100% /media/DVD1-IL082008
/dev/sda5 190M 5.6M 175M 4% /mnt/musik
/dev/md0 380M 11M 350M 3% /mnt/testraid

perhatikan bagian ini
/dev/md0 380M 11M 350M 3% /mnt/testraid

ukuran direktori /mnt/testraid adalah 380M.

Tidak ada komentar: